Mengintip Keseruan Nobar MotoGP Spanyol di Kereta Brantas

PaguyubanPJKA.org – Perjalanan sedulur-sedulur PJKA pada Ahad (24/04/2016) ini sedikit berbeda dari biasanya. Ada gelaran nonton bareng (nobar) balapan Moto GP serie Spanyol di gerbong 7 kereta Brantas. Maklum, ngga sedikit dari anggota PJKA yang menggilai olahraga kebut-kebutan ini.

Demi kelancaran nobar, Bambang PLN[1], salah seorang anggota PJKA asal Solo telah menyiapkan sebuah tablet berantena[2]. Smartphone 4G lengkap dengan paket data yang unlimited juga sudah disiapkan sebagai perangkat cadangan. Maklum, acara nobar di kereta berbeda dengan nobar biasa. Dalam perjalanan kereta, sinyal sewaktu-waktu bisa naik turun bahkan blank signal.

Seusai shalat maghrib berjamaah dan makan malam bersama di gerbong 7 kereta Brantas, perangkat pun disiapkan. Tempat duduk diatur sedemikian rupa supaya banyak orang bisa menonton. Kalau anda pernah mengalami kondisi saat TV menjadi barang mewah yang hanya dimiliki oleh pak RT atau pak lurah, suasananya mirip seperti itu. Puluhan orang berkumpul berkerumun menonton TV. Seru dan lucu.

Suasana serupa yang terjadi saat nobar digelar di kereta. Belasan sedulur-sedulur PJKA berkerumun dalam satu tempat. Mata mereka memfokuskan pada layar ukuran 8”. Keseruan terjadi saat ada momen-momen adegan jatuh atau susul-susulan antar pembalap. Kekecewaan menyeruak jika tiba-tiba sinyal televisi menghilang.

Dari belasan sedulur-sedulur PJKA yang ikut nobar, tampaknya semuanya pendukung Valentino Rossi. Suradi[i] atau yang biasa dipanggil Adi Togel atau Adi Kancil misalnya, ia merupakan salah satu pendukung fanatik pembalap tim Movistar Yamaha asal Italia itu. Tahun lalu, ia terpaksa menelan kekecewaan Karena jagonya gagal menjadi juara dunia. Karena menjadi pendukung fanatik Rossi, seperti halnya juga kebanyakan fans Rossi, ia merupakan hater Marquez dan Lorenzo. Kegagalan Rossi menjadi juara dunia tahun 2015 lalu, menurutnya karena konspirasi dua pembalap asal Spanyol itu.

Nobar kali ini berjalan lancar. Para pendukung Rossi tersenyum bahagia. Setelah dengan seksama memperhatikan lap demi lap, lama-lama Rossi meninggalkan jauh pembalap lainnya di belakang. Dan senyum kebahagian sedulur-sedulur PJKA pendukung Rossi pun mengembang, setelah mereka melihat Rossi menyentuh garis finish seraya mengangkat motornya. Sejurus kemudian, kereta Brantas pun berjalan meninggalkan Stasiun Tawang Semarang menuju tujuan akhir Stasiun Pasar Senen. Malam itu, Adi Kancil merasakan tidur nyenyak dan mimpi indah di kolong sementara Bambang PLN menikmati nyenyaknya konser di panel. Salam Paseduluran Saklawase.

[1] Anggota PJKA asal Solo yang bekerja di PLN, biasa dipanggil Bambang PLN atau Bambang We

[2] Tablet Advan serie T5C

[i] Anggota PJKA asal Wonogiri yang bekerja di Sinar Mas, biasa dipanggil Adi aka Adi Togel aka Adi Kancil

IMG-20160425-WA0016
Saat kehilangan sinyal, tablet dipindah-pindah mencari posisi yang tepat supaya mendapat sinyal walaupun harus dengan memegangi tablet
IMG-20160425-WA0014
sebagian sedulur PJKA yang tertangkap kamera menonton MotoGP Spanyol
nobar brantas (2)
sebagian sedulur PJKA yang tertangkap kamera menonton MotoGP Spanyol
Facebook Comments
About Brama Kumbara 14 Articles
Anggota Paguyuban PJKA Solo, Blogger, Karyawan anak perusahaan BUMN, admin paguyubanpjka.org | Bagi kamu yang punya artikel seputar kereta dan kegiatan PJKA yang ingin dimuat di paguyubanpjka.org, silahkan kirim ke Pejuang.PJKA@gmail.com dengan subjek "Artikel PJKA"

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*