Ada Aku Dalam Dirimu

Meeting Point Paguyuban PJKA - Stasiun Pasar Senen

Pelaju Baru
Aku mengenal anak muda itu sekitar 1 tahun yang lalu. Saat itu kami berkenalan di kereta Joko Tingkir menuju Jakarta, anak muda itu naik dari Solo, sedangkan saya naik dari stasiun Lempuyangan, Yogyakarta. Rupanya dia adalah seorang pelaju baru. Dia meninggalkan seorang istri yang baru saja dinikahi-nya untuk bekerja di Jakarta. Saat cerita ini ditulis, istri-nya sedang mengandung anak pertamanya. Nama pemuda itu sebut saja Aji Atin, pemuda kelahiran Klaten.
Dalam diri anak muda itu, Saya melihat cerminan diri saya sepuluh tahun lalu, dengan cerita yang hampir sama. Seorang pelaju baru yang meninggalkan keluarga tercinta untuk mengejar cita-cita dan menghidupi keluarga tercinta. Saya banyak sekali menemukan pemuda seperti Aji Atin, seorang pelaju baru di dunia yang terbilang baru bagi mereka. Setiap saya melihat para pelaju baru, saya selalu melihat cerminan diri saya sendiri. Dan dalam setiap kesempatan saya selalu mengenalkan bagi mereka tentang Paguyuban PJKA, dan kemudian banyak dari mereka yang bergabung.

Dalam diri anak muda itu, Saya melihat cerminan diri saya sepuluh tahun lalu, dengan cerita yang hampir sama.
Kami bukan hanya sekedar persaudaraan tetapi kami adalah kumpulan individu yang bersama-sama dalam berjuang dan ber-ikhtiar. Inilah yang dibutuhkan para pelaju baru di ibukota ini: rekan senasib yang saling mendukung.
Paling tidak dengan bergabung dalam paguyuban PJKA akan membuat setiap perjalanan akan terasa lebih menyenangkan, paling tidak sebagai pelipur kesedihan meninggalkan keluarga tercinta dan juga untuk saling menjaga dalam perjalanan.

Regenerasi
Saya mengenal banyak sekali pemuda dengan usia 25 sd 30 tahun yang tergabung dalam Paguyuban PJKA. Pemuda seperti Aji Atin dan para pemuda yang lain adalah generasi baru Paguyuban PJKA. Mereka pada saatnya nanti harus mempunyai peran yang lebih aktif dalam menjaga api semangat dalam Paguyuban ini.
Terkait dengan regenerasi, masih ingat dalam kenangan Saya, sekitar 3 th yang lalu seorang Pelaju senior, Mas Agung (Abah Lima Jagoan) meminta Saya untuk bergabung menjadi admin dan membantu mengelola grup Facebook Pejuang PJKA yang telah berjalan beberapa tahun.  Ternyata inilah sebuah titik krusial bagi Saya untuk mengenal lebih dalam mengenai komunitas ini.
Seperti Aji Atin, Saya awal-nya adalah seorang “Single Fighter” atau Pelaju Individual yang tidak banyak mengenal pelaju yang lain.
Setelah menjadi admin Grup Facebook tersebut saya mulai mengenal banyak rekan pelaju yang lain. Saya juga mulai mengenal para koordinator dan Lurah yang memimpin setiap kelompok kecil.

Kepercayaan dari Mas Agung (Abah Lima Jagoan) menjadi sebuah hal yang melecut semangat Saya, “Apakah yang dapat Saya dedikasikan untuk komunitas ini?”

Kerjasama dan Kesamaan Visi

Seiring berjalannya waktu, Saya mulai mengidentifikasi beberapa agenda penting yang selalu menjadi concern komunitas ini, antara lain: Kekompakan Paguyuban; Harga tiket kereta yang Terjangkau; Subsidi Pemerintah; dan Pelayanan dari Operator.
Itulah beberapa issue penting dalam fokus komunitas ini yang harus selalu dikedepankan.
Dalam paguyuban ini Saya mengenal banyak rekan pelaju yang mempunyai pemikiran dan semangat yang sama.
Bagaimana mengembangkan Paguyuban ini dengan bentuk yang lebih nyata?
Bagaimana meningkatkan eksistensi dari Paguyuban ini dalam sebuah visi dan misi yang jelas?
Bagaimana meningkatkan kekompakan, koordinasi, dan kerjasama yang solid?
Setelah memetakan segala sesuatunya dan menentukan arah pengembangan, ada beberapa step dan tahapan untuk mencapai tujuan jangka panjang tersebut.
Tentu saja banyak hal yang dibutuhkan untuk mencapainya antara lain banyak individu untuk bekerjasama secara internal, waktu dan fokus, semua hal tersebut harus dijalankan dengan semangat dan ikhlas.
Kami sangat terbuka bagi rekan-rekan pelaju yang ingin mendedikasikan waktu dan fokus untuk dapat meresponse setiap perkembangan yang terjadi dan mewujudkan rencana jangka panjang.
Admin Paguyuban PJKA selalu terbuka terhadap segala komunikasi untuk kebaikan bersama, kirimkan ide-ide sedulur dan segala masukan via email ke: Pejuang.PJKA@gmail.com
It is not the strongest or the most intelligent who will survive but those who can best manage change. – Leon C. Megginson

 

Terimakasih.

Salam Paseduluran Sak Lawase

Facebook Comments
About Hadi Suryono 3 Articles
|Berstatus resmi PJKA sejak tahun 2006, saat mulai merantau di ibukota, sudah genap satu dasawarsa..!!| |Seorang pekerja di sebuah perusahaan Penanaman Modal Asing di bidang pengelolaan wilayah kerja eksploitasi Migas| |Seorang suami dan ayah dari seorang putra dan putri| |A Friendly Thinker| |"Cogito Ergo Sum, Quid Pro Quo, Que Sera Sera."|

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*