Pergi karena Rezeki dan Pulang karena Sayang

Jika kebahagiaan boleh dipilih, maka kebahagiaan terbesar bagi seseorang yang telah berkeluarga setelah dikaruniai keturunan ialah membersamai keluarga itu sendiri. Namun ternyata, kebahagiaan adalah soal-soal yang dipilihkan oleh Allah, kebahagiaan ialah hal-hal yang ditolak pun sungkan, dikejar pun kadangkala tak sesuai harapan. Pun halnya dengan para penglaju. Suka atau tidak, maka itulah kebahagiaan yang dipilihkan bagi mereka, apa boleh buat, sebagaimana ucapan diawal: ditolak tentu sungkan, dikejar kadang tak sesuai harapan.

Pun halnya dengan para penglaju. Suka atau tidak, maka itulah kebahagiaan yang dipilihkan bagi mereka.

Begitulah kami, setiap pekan membersamai ular besi, kami bukan pegawai korporat ular besi, bukan pula pihak ketiga yang bekerjasama dengan korporatnya. Jika perseroan tersebut memiliki tagline; “Anda adalah prioritas kami”, barangkali kami-kami ini layak mendapat prioritas tertinggi, apabila di sebuah tempat belanja memiliki hadiah dengan model pengumpulan stempel pembeli dengan belanjaan terbanyak, maka di ular besi kami adalah para pemilik koleksi tiket dengan ratusan jenis barcode, ah itu seandainya tiket dapat di koleksi sebagaimana perangko untuk filateli. Seandainya ada skema prioritas berdasarkan kategori pelanggan tersetia, barangkali kami tidak latah untuk mendapatkan hadiahnya.

Jika perseroan tersebut memiliki tagline; “Anda adalah prioritas kami”, barangkali kami-kami ini layak mendapat prioritas tertinggi.

Dibalik kata prioritas sebagai pelanggan ular besi setia, diantara kami sudah menempuh beribu kilmoeter dengan trayek pulang pergi yang sama, diantara kami juga sudah hafal dengan para petugas kondektur hingga awak kereta yang bertugas sepanjang rel kereta, lebih hafal dan lebih kenal dibanding kepala bagian sumber daya manusianya. Tak jarang para awak bercerita dengan kami soal suka duka bekerja di jawatan peninggalan Belanda tersebut, dan kami sambut dengan senyum sesekali gelak tawa.

Maka, menjadi penglaju boleh jadi bukanlah pilihan kebahagiaan kami, menjadi penglaju adalah kebahagiaan yang dipilihkan bagi kami. Menjadi seorang PJKA bukanlah cita-cita seperti menjadi seorang masinis, menjadi seorang PJKA adalah seperti menjadi pegawai Reska yang bila boleh memilih pekerjaan lain tentu itulah pilihan yang diambil.

Menjadi penglaju boleh jadi bukanlah pilihan kebahagiaan kami, menjadi penglaju adalah kebahagiaan yang dipilihkan bagi kami.

Sudah barang tentu disana ada rindu bagi orang rumah yang tercinta, kami yang pergi karena rezeki dan pulang karena sayang. Jadi, jika anda menemui kami, janganlah sungkan untuk menegur apabila kami gaduh, bila ingin bertanya perkeretaapian dengan berbagai kebijakannya, bisa jadi kami paling paham dibanding kementerian perhubungan, bila bertanya soal manajemen, sekalipun kami tak pernah tahu rahasia perusahaan bisa jadi kami yang paling paham soal demikian. Itu karena kami para PJKA terdiri dari beragam usia, berbagai latar belakang dan jenis kelamin yang berbeda. Uniknya, diantara para PJKA ini justru tidak ada yang bertugas sebagai amteenar di jawatan spoorwegen warisan kolonial.

Tentu seiring dengan perjalanan yang semakin panjang dan tak terhitung berapa ongkos yang sudah keluar karenanya, seorang teman yang sudah menjadi PJKA selama 11 tahun bercerita bahwa hidupnya 60% adalah untuk kereta dengan berbagai pemenuhannya, 20% untuk keluarga, dan 20% lagi untuk pekerjaan yang dijalaninya. Barangkali jika ditanya soal kecintaan, kami lebih mencintai kereta api dibandingkan kaum yang suka berdiri di pinggir rel menghiba klakson masinis atau sorotan lampu lokomotif lalu diabadikan dengan DSLR untuk media sosial agar tak surut kawan sejenisnya berkomentar.

Barangkali jika ditanya soal kecintaan, kami lebih mencintai kereta api dibandingkan kaum yang suka berdiri di pinggir rel menghiba klakson masinis atau sorotan lampu lokomotif lalu diabadikan dengan DSLR untuk media sosial agar tak surut kawan sejenisnya berkomentar.

Paguyuban PJKA, jaya karena semangat yang sama, hidup karena solidaritas yang satu, dan maju karena kebahagiaan yang sewarna dengan garis tangan berbeda. jika Hari Jumat tiba, maka itulah Hari Raya Bahagia-nya para pegawai PJKA, kami nantikan tegur sapa Anda di seluruh kereta kelas tiga jurusan Jawa.

Tabik!

Penulis: Rizki Aji

 

Salam Paseduluran Sak Lawase

Gambar Cover:
http://alfahmu.com/wp-content/uploads/2014/12/keluarga-bahagia-siluet-manajemen-keluarga.jpg

Facebook Comments
About Mas Admin 41 Articles
|Admin Paguyuban PJKA | | Yang bertugas melakukan posting atas artikel dari non-kontributor |

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*