Beli Popmie Gratis Fanta

Sistem penjualan bundling merupakan salah satu cara untuk memasarkan suatu produk. Secara terjemahan bebas, menjual secara bundling menurut saya berarti menjual dua barang atau lebih dalam satu “kemasan” dengan tujuan tertentu. Kenapa saya menyebutnya dengan tujuan tertentu? Ya, karena satu penjual dengan penjual yang lainnya bisa saja memiliki tujuan yg berbeda, ada yang bertujuan untuk promosi salah satu produk, ada yg bertujuan untuk menghabiskan stok, dll. Masih ingatkan pada kesempatan yang lalu beberapa operator telekomunikasi menawarkan sebuah gadget/hp gratis atau dengan harga murah tertentu dengan syarat para calon pembelinya berlangganan di operator tersebut selama periode tertentu pula. Itulah salah satu system jualan dengan mekanisme bundling. Bahkan belum lama ini dalam rangka menyambut hari palentin, ada yg jualan sebungkus coklat yang dibundling dengan sekotak kondom rasa strawberi isi 3 pcs, nah opo hubungane coba??
Kembali ke satu hal yang sangat ingin saya angkat dalam artikel ini ketika kita mengaitkan system penjualan bundling dalam kesemingguan (karena paling tidak teman-teman pjka seminggu sekali naik kereta api jarak jauh/KAJJ, jadi tidak saya sebut sebagai keseharian ya) kita di atas kereta api. Pulang pergi dari Jakarta ke kampung halaman (Jawa Timur, Jogja, Solo dan sekitarnya) seminggu sekali naek kereta, entah itu kereta kelas ekonomi, bisnis bahkan eksekutif sekalipun, ada layanan atau service restorasi/kantin berjalan yg diberikan oleh PT Sepur. Hal ini tentu saja sangat membantu para penumpang untuk memenuhi kebutuhan makan dan minum di atas kereta. Perjalanan panjang 7 sampai 8 jam tentu saja akan sangat menguras energi. Hal ini tampaknya ditangkap dengan baik oleh pihak Reska (yg dalam hal ini adalah kepanjangan tangan PT Sepur yg menangani berbagai bagai unit usaha, salah satunya adalah usaha restorasi dan perparkiran di stasiun). Para prami (sebutan keren pramugari kereta) dengan cekatan menawarkan nasi goring dan nasi rames yang merupakan menu utama dan favorit KAJJ ekonomi (karena kalau di kereta eksekutif selain praminya cantik dan menarik, menunya pun beragam dan menawan). Sebungkus nasi goreng/nasi rames dan segelas teh bisa kita nikmati dengan harga 25rb sampai 30rb. Sebuah harga yang sangat fantastis untuk beberapa sendok nasi goreng lengkap dengan 1 buah telor ceplok dan seplastik kecil kerupuk (kalau kita beli di warung, harganya tidak sampai 15rb).
Lho mana system penjualan bundlingnya? Kan kita bisa beli nasi rames saja atau beli minum saja… Eiiit tunggu dulu, selepas stok nasi habis maka giliran para prami tersebut dengan lantang dan penuh semangat akan menawarkan mie instan dalam cup (sebut saja merknya Popmie)… Dan nampaknya mereka sangat pintar memahami psikologi para calon pembelinya, dengan sengaja Popmie tsb sudah diseduh sehingga akan memancarkan aromanya, menggoda nafsu makan para penumpang. Ketika ada penumpang yang tertarik untuk membeli, maka dengan ramah akan dilayani oleh prami tersebut. Dan…. ini yang paling krusial, pastinya penumpang akan bertanya ‘berapa mas?’ dijawab dengan lembut pula, “nanti aja Pak/Buk, sama teman saya di belakang”. Benar adanya, sejurus kemudian muncul prami lain dengan membawa sebuah kardus di pundaknya. “Lima belas ribu aja Pak/Bu”, (penumpang pasti kaget dgn harga tsb, tapi apa mau dikata mie sudah dimakan sebagian) dan akhirnya penumpang pun memberikan uang ke prami kedua tadi sebesar 15rb. Begitu uang pembayaran berpindah tangan, sang prami akan serta merta memberikan sebotol minuman bersoda (sebut saya merknya Fanta/Cola) sambil berkata “ini bonusnya Bu/Pak”. Hebat, beli mie bonus fanta. Sungguh aneh tapi nyata, tapi itulah yang terjadi, penumpang dipaksa membeli sesuatu yang pada awalnya tidak dia inginkan. Sedikit melenceng, perpaduan mie instan dan minuman bersoda kata banyak orang yang mengerti kesehatan adalah perpaduan yang sangat pas untuk mempercepat sisa hidup kita atau paling tidak mengurangi kualitas hidup kita. Dalam lain kesempatan ada seorang penumpang yang hanya menginginkan untuk membeli air putih terpaksa harus gigit jari karena dijawab “harus beli satu paket dengan popmie Pak” nah lho…
Beli popmie1

Kemudian secara sengaja saya juga mencoba untuk membandingkan harga kedua barang jualan tersebut (popmie dan fanta) di sebuah minimarket, ternyata harga sebuah popmie adalah Rp.4000,- dan sebotol Fanta juga Rp.4000,- total jendral Rp.8000,-. Lha kan belum diseduh? Nggak kok, di minimarket tsb juga disediakan air panas untuk menyeduhnya, dan itu gratis lho. Jadi, klo dihitung secara sederhana dengan modal Rp.8000,- saja, reska bisa meraup untung Rp.7000,- per paketnya. Luar biasa bukan…
Praktik praktik ini akan sangat mudah kita temui selama perjalanan di atas KAJJ. Dengan berbekal baju seragam batik dan kadang dilengkapi dasi kupu kupu lucu mereka dengan leluasa berjualan dengan harga yang tidak wajar. Trus apa beda para prami ini dengan para pedagang asongan yang saat ini keberadaanya sangat diharamkan berjualan didalam kereta???

Beli popmie2

Penulis: NurEdi, penglaju rutin Wates – Bekasi

Facebook Comments
About Mas Admin 41 Articles
|Admin Paguyuban PJKA | | Yang bertugas melakukan posting atas artikel dari non-kontributor |

1 Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*