Ironi Lagu Kereta Kita

Berikut adalah lirik lagu berjudul Kereta Kita
by: Yahya Ombara dan Wahyu Cahyono

Kereta Kita dunia manusia
Di dalam-nya beraneka cerita
Ada yg susah, ada yg senang
Ada yg kaya, ada yg miskin
Berbaur dalam satu perjalanan
Kereta tak peduli apa yg dipikirkan
Yang penting sampai selamat di stasiun tujuan

Hilir mudik melintas rel sepanjang hari
Tugas kereta api kini dan transportasi
Mudahkan rakyat bersilaturahmi
Antarkan logistik ke segala lokasi
Amanat kereta membangun negeri
Amanat kereta membangun negeri

Wahai Rakyat Wahai Pejabat
Tolong ingatlah Kereta Api
Bangunlah bersama kuat mandiri
Modern sehat cepat selamat
Untuk sejahterakan rakyat
Untuk sejahterakan rakyat
Untuk sejahterakan rakyat

================================
Lagu berjudul Kereta Kita diatas adalah sebuah lagu yang menjadi theme song PT. Sepur.
Lagu tersebut diciptakan oleh Bapak Yahya Ombara, salah seorang anggota Dewan Komisiaris PT.KAI.
Dipakai sebagai nada tunggu call center 121 untuk pemesanan tiket kereta, tentu saja lagu tersebut terdengar sangat familiar.

Tugas Kereta Api: Mudahkan Rakyat Bersilaturahmi
Jika kita hayati lebih dalam, lirik dari lagu tersebut memang sangat pas sebagai pengingat bagi siapapun bahwa “tugas kereta api kini dan transportasi adalah untuk memudahkan rakyat bersilaturahmi” (Bait ke-dua)
Hal ini selaras dengan kajian INFID (International NGO Forum on Indonesia Development) dalam Working Paper no.1 tahun 2008, dinyatakan bahwa : Sesuai amanat UUD 1945, kereta api sebagai cabang penting yang menguasai hajat hidup orang banyak dan seharusnya dikuasai oleh negara. Tidak seharusnya pengelolaan perkeretaapian diserahkan dan dikelola swasta.
(INFID, 2008: Proyek Efisiensi Perkeretaapian, Working Paper no.1, 30 Mei.)

Amanat Kereta Membangun Negeri
Masih dari bait ke-dua lagu Kereta Kita, disebutkan Amanat bagi Kereta adalah untuk membangun negeri.
Hal ini dapat diartikan bahwa Kereta mempunyai tugas penting untuk pemerataan pembangunan di seluruh pelosok negeri ini.
Hal ini sesuai yang diamanatkan dalam Pembukaan UUD 1945 alenia 4 bahwa salah satu tujuan membentuk negara ini adalah untuk memajukan kesejahteraan umum.

Untuk Sejahterakan Rakyat
Dalam bait ke-tiga diingatkan kepada Pejabat dan Rakyat bahwa Kereta harus dibangun bersama kuat mandiri.
Juga kembali ditegaskan tujuan amanat kereta api adalah untuk kesejahteraan rakyat, sampai diulang tiga kali dalam lagu tersebut..
Untuk sejahterakan rakyat
Untuk sejahterakan rakyat
Untuk sejahterakan rakyat

==============================================

Bank Dunia dan Kapitalisme Kereta
Keterlibatan Bank Dunia dalam perkeretaapian di Indonesia dapat ditelusuri melalui dokumen Working Paper yang diterbitkan oleh INFID pada tahun 2008 yang lalu.
Dimulai dari pinjaman Bank Dunia tahun 1974 melalui The First Railway Project, kemudian pada tahun 1987 melalui The Railway Technical Assistance Project kemudian tahun 1996 melalui Railway Efficiency Project atau Proyek Efisiensi Perkeretaapian (PEP).
Dalam program pinjaman Bank Dunia tersebut secara halus disyaratkan agar pengelolaan Kereta harus dengan cara swastanisasi dan diterapkan pembiayaan dengan skema bisnis ( INFID, 2008: Proyek Efisiensi Perkeretaapian, Working Paper no.1, 30 Mei, hal:8)
Kapitalisme Perkeretaapian ini diamini oleh pemerintah dengan diterbitkannya PP No. 9/1998 tentang pengalihan bentuk usaha dari PJKA ke PERUMKA. Lahirnya PP ini merupakan hasil rekomendasi Proyek Bantuan Teknis untuk Perkeretaapian yang didanai utang Bank Dunia. Pada saat inilah pengelolaan kereta api didorong untuk meraih keuntungan dengan menerapkan prinsip-prinsip efisiensi dan efektivitas. Dorongan untuk meraih keuntungan kemudian diperteguh dalam PP No. 19/1998 tentang pengalihan bentuk usaha dari PERUM menjadi persero (PT) yang tunduk pada aturan Kitab Undang-Undang Hukum Dagang (KUHD).

Secara sah dan masif maka bergeserlah amanat Perkeretaapian dari Public Service menjadi Public Utility.
Maka terasa lengkaplah ironi dalam lagu Kereta Kita karena Kereta sekarang ini bukan milik Kita.

Salam #PaseduluranSakLawase

Jakarta, 16 Februari 2016

Link gambar:
http://sp.beritasatu.com/media/images/original/20120824112418895.jpg
http://amazine.co/wp-content/uploads/2013/05/logo-bank-dunia1-300×263.jpg
https://beritakereta.files.wordpress.com/2014/03/jembatan.jpg
Link sumber:
http://infid.org/pdfdo/1374166151.pdf

Facebook Comments
About Hadi Suryono 3 Articles
|Berstatus resmi PJKA sejak tahun 2006, saat mulai merantau di ibukota, sudah genap satu dasawarsa..!!| |Seorang pekerja di sebuah perusahaan Penanaman Modal Asing di bidang pengelolaan wilayah kerja eksploitasi Migas| |Seorang suami dan ayah dari seorang putra dan putri| |A Friendly Thinker| |"Cogito Ergo Sum, Quid Pro Quo, Que Sera Sera."|

1 Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*