Tips Buat Penglaju Pemula Kereta Api Jarak Jauh

Terminologi kata “pelajon” atau “Penglaju” belum saya temukan di mesin pencari  “mbah google” untuk itu sudilah kiranya saya yang pengetahuan bahasanya cekak ini memberikan arti dari penglaju itu, saya artikan sebagai seseorang yang bepergian dalam rangka rutinitas dengan jarak yang cukup jauh dan beda kota/kabupaten, dan dia ini rutin bolak-balik, baik harian, ataupun mingguan. Kalo bulanan ataupun tahunan bukan termasuk pelajon kali ya…. 😀

Seringkali penglaju disebut juga nglaju, hal ini biasanya dipakai di Jawa Tengah/DIY yang biasa bekerja di tempat yang cukup jauh, misalkan orang Solo yang kerja di Jogja dan setiap hari hilir mudik dengan bus ataupun kereta api Prameks. Di Solo rumahnya dan di Jogja tempat kerjanya. Sudah ah,… cukup saja bahasan mengenai pelajon ini dari sisi bahasa.

Rombongan Penglaju Jarak Jauh dalam Paguyuban PJKA
Rombongan Penglaju Jarak Jauh dalam Paguyuban PJKA

Tip mengenai pelajon ini khusus diperuntukkan buat pelajon jarak jauh yang memakai  jasa Kereta Api, misalkan Solo-Jakarta ataupun Jogja-Surabaya. Tinggalnya di Solo dan mengais rejeki ataupun sekolah di Jakarta.

Hal-hal yang perlu dipersiapkan:

  1. Badan yang fit, jika badan Anda tidak fit maka kasihan orang yang anda tinggalkan karena mereka nanti akan was was akan kondisi Anda ketika dalam perjalanan. Dan pastinya orang yang duduk di dalam kereta juga akan kasihan melihat kondisi Anda yang kurang fit, bisa jadi mereka terganggu karena anda hidungnya meler ataupun batuk batuk melulu yang menggangu tidur.
  2. Mandi sebelum berangkat ke stasiun biar Anda nampak fresh dan badan wangi, siapa tahu bagi yang masih single dapat kenalan yang cocok buat pendamping hidup. Minimal orang yang di sebelah Anda tidak terganggu dengan bau keringat Anda.
  3. Bekal Makanan. Dalam perjalanan yang lumayan lama, sekitar 9 jam biasanya perut Anda akan meronta untuk minta di isi. Ada baiknya anda membawa makanan dari rumah, bisa nasi bungkus ataupun nasi rantang. Lah bukankah di dalam kereta Api sudah ada restorasi yang jual makanan? Memang ada yang jual makanan, namun jika Anda Pelajon yang tiap pekan naik Kereta Api 2 kali, membawa makanan dari rumah jelas akan menghemat biaya makan Anda. Bisa juga Anda membawa camilan seperti kacang rebus, gorengan ataupun yang lainnya. Jangan lupa menawarkan penumpang lain di sekeliling Anda, biar tidak kelihatan individualis dan nampak budaya timur Anda. Dan yakinlah jika mereka belum mengenal Anda mereka tidak akan berani ikut makan dari apa yang Anda bawa. Mereka takut jangan-jangan ada gendamnya atau bahkan sianida :D.
  4. Air minum wajib Anda bawa agar Anda tidak dehidrasi, karena perjalanan Anda yang cukup jauh.
  5. Bawa Bantal Tiup. Sangat dianjurkan membawa bantal sendiri, demi menghemat uang Anda, harga bantal tiup kualitas bagus yang mampu bertahan 2 tahun seperti punya saya harganya Rp40,000. Jika setiap bulan Anda pulang 4 kali naik Kereta Api dan menyewa bantal, maka selama 2 tahun itu Anda musti membayar Rp960,000. Nah… tau kan hematnya. Lebih bagus jika bantal tiup itu Anda kasih sarung biar jika kotor cukup mencuci sarungnya saja. Bantal tiup bisa Anda dapatkan di toko-toko perlengkapan Haji. Karena biasanya Jamaah Haji memakai bantal tiup saat mereka wukuf di Arafah.
  6. Sebelum berangkat ke stasiun selalu periksa barang bawaan Anda dengan mengecek di tas ataupun kantong saku Anda, siapa tahu Handphone ataupun kunci kost ketinggalan, alangkah baiknya membuat checklist, barang apa saja yang musti dibawa.
  7. Cari dan bergabunglah dengan grup/komunitas pelajon, grup-grup ini biasanya kekompakan dalam mendapatkan tiket, misalkan grup A yang terdiri dari 7 orang, mereka menyerahkan pembelian tiketnya kepada 1 orang. Jika Anda bergabung maka urusan tiket jadi mudah, karena Anda tidak perlu repot mengantri di Stasiun atau beli online yang mengharuskan Anda ke ATM ataupun punya internet banking. Nah dari beberapa Grup biasanya terbentuklah komunitas, ada yang berdasarkan daerahnya seperti Jogjatenso kependekan dari Jogja, Klaten, Solo ataupun berdasarkan kereta yang dinaiki seperti Pro Prawan alias Progo, Prameks, Bengawan. Dll. Ada juga yang membentuk komunitas berdasarkan perjuangan dan kesamaan pandangan seperti Pejuang PJKA.
  8. Usahakan berpartner 1 orang yang cocok secara chemistry dan selalu duduk bersama dia. Hal ini agar Anda cukup nyaman ketika musti berlama-lama selama perjalanan, ketika waktu tidur partner Anda bisa tidur di bawah kursi atau istilahnya “ngolong” ataupun sebaliknya. Sehingga Anda akan fresh ketika paginya harus bekerja atapun ketika bertemu keluarga.
  9. Ikutlah bergabung dalam grup-grup medsos para pelajon seperti BBM, Whatsapp, dan Line, di sana Anda akan dapatkan berbagai info menarik dan ter-update seputar kereta api dan hal lain yang tidak Anda sangka.
  10. Tiket adalah komponen termahal dari biaya penglajon, maka pesanlah tiket jauh hari sebelum keberangkatan, jika memungkinkan memesan tiketnya sembilan puluh hari sebelum keberangkatan, Anda akan mendapatkan kereta yang bersubsidi dan dijamin ringan di kantong, ataupun jika memilih kereta komersial maka akan mendapatkan tarif termurah.
  11. Jika tidak jadi berangkat, usahakanlah saat pengembalian di loket jangan diambil tunai, namun diganti dengan tiket untuk keberangkatan dilain hari. Jika diambil tunai, maka Anda diharuskan menunggu 30 hari di stasiun yang Anda kehendaki ataupun jika minta di transfer Anda harus menunggu 45 hari. Pengalaman saya yang pernah minta di transfer, saya belum menemukan ada uang masuk dari pengembalian tiket dan bukti pengembalian tiketpun tidak ketemu karena saking lamanya menunggu, bukti tersebut raib entah kemana.

Semakin lama waktu Anda sebagai pelajon akan semakin berpengalaman dalam mencari kenyamanan dalam ber kereta api di dalam komunitas akan banyak ilmu baru yang akan Anda dapatkan.

Happy Nglaju!

Penulis: Sholdip – anggota PJKA Solo

Facebook Comments

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*