Shalat Berjamaah di Kereta

Shalat Jamaah di Kereta 001
Suasana di salah satu gerbong kereta Brantas Jurusan Kediri – Pasar Senen Jakarta

Minggu kemarin (17/01), saya naik kereta Brantas dari Stasiun Solojebres menuju Jakarta. Saya yang duduk di gerbong 8 sengaja pindah menuju gerbong 6. Di gerbong 6, berkumpul anggota PJKA asal Solo dan sekitarnya. Biasanya, rekan-rekan PJKA sengaja memesan beberapa deret kursi di gerbong itu.

Saat itu waktu menunjukkan pukul 18-an, pertanda masuk waktu shalat maghrib. Karena sudah masuk waktu Maghrib, seperti biasanya, rekan-rekan PJKA men-jama’ shalat Magrib dan Isya dengan berjamaah. “Berjamaah di kereta”. Trus caranya bagaimana? Di kereta ekonomi kan adanya tempat duduk yang berhadap-hadapan, jadi tidak mungkin untuk melakukan shalat secara berdiri. Biasanya, kita ambil posisi duduk di kursi berhadap-hadapan, sesuai kondisi kursi kereta yg ada (semampunya). Kita tunjuk salah satu rekan PJKA menjadi imam. Biasanya untuk kereta Brantas, yang ditunjuk menjadi imam namanya mas Fikri.

Oiya, sebelum shalat tidak lupa berwudhu terlebih dahulu. Trus gimana wudhunya? Tayamum atau wudhu dengan air biasa? Kita biasanya wudhu dengan air, karena alhamdulillah sekarang di toilet kereta, ada air yang mengalir lancar. Karena terbatasnya jumlah toilet di kereta, maka rekan-rekan harus antri bergantian mengambil air wudhu. Setelah semua sudah wudhu, kami duduk di kursi yang kita setting untuk shalat berjamaah. Maksud setting di sini, kita minta tolong kalau ada orang yang tidak shalat di tempat yang mau kita pakai shalat berjamaah untuk pindah sementara. Mintanya dengan baik-baik.

Shalat berjamaah pada saat gambar di atas diambil itu kira-kira ada 9 orang yang ikut shalat berjamaah. Bisa disebut 2 shaf. Salah satunya menjadi imam. Setelah semua sudah siap, satu orang oerwakilan mengumandangkan komat (iqomat) dan imam langsung memimpin shalat berjamaah. Imam membacakan Surat Al Fatihah dan surat pendek dengan mengeraskan suaranya, seperti shalat Magrib dan Isya berjamaah biasanya. Biasanya situasi ini menimbulkan pertanyaan bagi penumpang lain di gerbong kereta itu. “Itu orang pada ngapain?” barangkali demikian pikiran dalam hati mereka.

“Tenang pak/bu, tidak ada apa-apa kok. Itu ada yang lagi shalat berjamaah. Jd jangan takut!! Hehehe…”

Shalat dilakukan dengan duduk, yang sedikit berbeda adalah saat ruku dan sujud, dilakukan dengan menundukkan badan. Sujudnya dilakukan dengan menunduk lebih rendah dari pada ruku’-nya. Shalat dilakukan sesuai rukun shalat sampai salam. Alhamdulillah, para anggota PJKA yang Muslim tidak meninggalkan shalat walaupun dalam perjalanan, bahkan bisa berjamaah lagi.

***

Minggu kemarin tanggal 17 Januari 2016, seperti biasa, para anggota PJKA menggelar shalat berjamaah. Shalat dikerjakan di gerbong 7 kereta Brantas. Alhamdulillah, jumlah yang ikut berjamaah bertambah menjadi 4 shaf. Kurang lebih 19 orang. Sudah meningkat lagi. Siapa tahu nanti ke depan satu gerbong yang kalau ngga salah berisi 106 orang bisa ikut shalat berjamaah seluruhnya. Barngkali suasana shalat berjamaah bisa bertambah ramai.

Kalau Anda suatu waktu ingin merasakan sensasi shalat berjamaah di kereta, Anda bisa mencoba naik kereta Brantas pada hari Minggu, dari Solo ke Jakarta dan langsung saja mencari rombongan anggota PJKA yang biasanya ada di gerbong 6, 7, atau 8. Kalau mau ikut pasti tidak ada yang nolak, silahkan ikut saja. Lebih ramai lebih baik Insya Allah. #PejuangPJKA #ShalatBerjamaahDiKereta

Penulis:
Budi Adiyanto – Anggota Paguyuban PJKA Solo
budi.hkdg@gmail.com

Facebook Comments
About Brama Kumbara 14 Articles
Anggota Paguyuban PJKA Solo, Blogger, Karyawan anak perusahaan BUMN, admin paguyubanpjka.org | Bagi kamu yang punya artikel seputar kereta dan kegiatan PJKA yang ingin dimuat di paguyubanpjka.org, silahkan kirim ke Pejuang.PJKA@gmail.com dengan subjek "Artikel PJKA"

3 Comments

  1. Saya pernah naik brantas dr PSE-Walikukun. di daerah subang kreta berhenti pas maghrib. Saya turun dr KA, trus sholat di peron beralas koran. Eh ternyata KA nya berhenti lama disitu. Tau gitu saya sholat di mushala stasion aja. he he he

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*