Laporan Hasil Polling Kinerja PT. KAI (Persero) Tahun 2015

Polling Kinerja PT KAIBerdasarkan polling jajak pendapat yang diadakan komunitas Pulang Jumat Kembali Ahad (PJKA) selama sepekan mulai tanggal 31 Desember 2015 hingga tanggal 6 Januari 2016 terhadap pelanggan Kereta Api Jarak Jauh, setelah dilakukan proses verifikasi, diperoleh sebanyak 160 responden yang dianggap bisa mewakili pendapat umum para penumpang kereta api jarak jauh.

Jajak pendapat diadakan secara online melalui website. Jajak pendapat telah disosialisaikan melalui group-group Whatsapp, Facebook, Twitter, dan media sosial lainnya khususnya yang berhubungan dengan kereta api jarak jauh.

Kereta Api jarak jauh (KAJJ) yang dimaksud dalam pembahasan ini adalah kereta api yang melayani relasi antar kota antar propinsi yang dikelola oleh manajemen PT. Kereta Api Indonesia (Persero) atau cukup disebut dengan PT. KAI atau KAI dan tidak termasuk dalam pengertian kereta lokal. Diantara contoh kereta api jarak jauh antara lain adalah kereta api yang melayani relasi jurusan Jakarta-Yogyakarta, Jakarta-Surakarta, Jakarta-Surabaya, Jakarta-Semarang, Jakarta-Madiun, Jakarta-Malang, dan lain-lain.

Dari hasil polling, diperoleh 160 responden yang terdiri dari kelompok pelanggan KAJJ usia antara 17-25 tahun sebanyak 3,75%, kelompok usia 25-35 sebanyak 46,88%, kelompok usia 36-45 tahun sebanyak 39,38%, dan kelompok usia lebih dari 45 tahun sebanyak 10%.

Mayoritas responden (sebanyak 96,25%) merupakan para pelanggan KAJJ yang bekerja di Jabotabek namun meninggalkan keluarga di daerah sehingga secara berkala melakukan perjalanan jarak jauh dengan menggunakan kereta api. Mayoritas diantara mereka berasal dari kota-kota di Jawa Tengah (38,13%) dan Yogyakarta (36,25%), sebagian dari Jawa Timur (4,38%).

Diantara para responden itu, mayoritas berasal dari kalangan pekerja menengah ke bawah yang tercermin dari jumlah penghasilan kotor mereka yaitu di bawah Rp10juta per bulan. Sebanyak 16,88% berpenghasilan kurang dari Rp5juta, 40% berpenghasilan antara Rp5juta-Rp9,9 juta, 11,25% berpenghasilan antara Rp10-Rp19,9 juta dan 9,38% berpenghasilan lebih dari Rp20juta per bulan. Namun sebanyak 22,50% responden tidak berkenan menyebutkan penghasilan bulanannya.

Sebagai gambaran, berdasarkan Peraturan Gubernur DKI Jakarta No.176 Tahun 2014, Upah Minimum Provinsi DKI Jakarta pada tahun 2015 diketahui sebesar Rp2.700.000 atau Rp2,7 juta. Sementara kota Bekasi Rp 2.954.031, Kabupaten Bekasi Rp 2.840.000, Kota Bogor Rp 2.658.155, Kota Depok Rp 2.705.000. Kabupaten Tangerang Rp 2,71 juta dan Kota Tangerang Rp 2,73 juta.

Responden jajak pendapat sangat relevan untuk menilai kinerja perkereta-apian pada tahun 2015 karena seluruh responden merupakan konsumen pengguna kereta api jarak jauh yang merupakan bagian dari unsur pemangku kepentingan (stakeholder) eksternal. Bahkan, mayoritas responden ((88,13%) merupakan konsumen KAJJ yang selama tahun 2015 telah melakukan perjalanan sebanyak lebih dari 25 kali perjalanan. Sisa responden merupakan konsumen KAJJ yang pada tahun 2015 melakukan perjalanan dengan KAJJ sebanyak antara 10-24 kali (6,88%), antara 5-9 kali (3,13%), dan kurang dari 5 kali (1,88%). Dari data tersebut dapat diperoleh simpulan bahwa responden bukan sekedar konsumen tetapi sudah merupakan pelanggan, yaitu konsumen atau penumpang yang menggunakan jasa KAJJ secara tetap. Dan konsumen merupakan sumber pendapatan PT. KAI.

Para responden terdiri dari para pelanggan KAJJ lintas kelas, baik itu kelas Ekonomi Subsidi/PSO (60,51%), kelas Ekonomi Komersial (15,92%), kelas Bisnis (19,75%), dan kelas Eksekutif (3,82%). Mereka telah banyak mengeluarkan uang untuk membeli tiket KAJJ yang tak sedikit dalam tahun 2015. Sebanyak 45,22% responden mengaku telah mengeluarkan antara Rp5 juta sampai dengan Rp9,9 juta, 32,48% telah keluar antara Rp5 juta sampai dengan Rp 10 juta, 45,22% telah keluar antara Rp10 juta – Rp 20 juta, dan 19,75% telah megeluarkan lebih dari Rp20 juta dalam tahun 2015 untuk membeli tiket KAJJ.

Diantara para responden, terdapat sebanyak 19,11% yang telah menggunakan moda transportasi KAJJ selama lebih dari 1o tahun secara rutin. Sebagian lainnya ada yang baru menggunakan KAJJ sebagai pilihan dalam perjalanan rutin antara 1-3 tahun (28,66%), antara 4-5 tahun (13,38%), antara 5-10 tahun (33,76%).

Berdasarkan uraian di atas, maka responden dalam polling jajak pendapat ini menurut kami sangat relevan dalam menilai kinerja PT. KAI (Persero) khususnya dalam pelayanan dan pengelolaan perjalanan kereta api jarak jauh. Selanjutnya, berikut beberapa hasil penilaian responden (klik di sini)

Facebook Comments
About Brama Kumbara 14 Articles
Anggota Paguyuban PJKA Solo, Blogger, Karyawan anak perusahaan BUMN, admin paguyubanpjka.org | Bagi kamu yang punya artikel seputar kereta dan kegiatan PJKA yang ingin dimuat di paguyubanpjka.org, silahkan kirim ke Pejuang.PJKA@gmail.com dengan subjek "Artikel PJKA"

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*